|
“ TRIPLE
GILI” Merupakan akronoim dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Triple
gili atau tiga gili ini adalah, kawasan wisata primadona di Lombok Barat (lobar)
selain Senggigi. Kawasan wisata ini tidak hanya primadona bagi wisatawan lokal (wisnu),
melainkan juga bagi wisatawan luar negeri (wisman). Baik Senggigi maupun Triple
Gili ini, dua diantara potensi wisata pantai yang menggiurkan di daerah ini.
Karena masih banyak lagi objek wisata lainnya. Berkunjung kesalah satu dari tiga
gili ini, harus menyebrang laut selama lebih kurang 25 mnenit menggunakan speed
boat dari Pelabuhan Bangsal. Setiba di pelabuhan, sudah tersedia speed boat atau
perahu ongkosnya relative murah, karena masih bisa nego dengan pemilik speed
boat. Hanya saja tentu lebih murah bila menyebrang dengan rombongan, ketimbang
prorangan. Untuk rombongan carter tarifnya berkisar Rp. 180 ribu untuk sekali
jalan. sedangkan perorangan mencapai Rp. 15 ribu.
Biasanya wisatawan yang berkunjung tiga gili itu, tidak hanya sekedar menikmati
indahnya panorama alam seperti pasir pantai, melainkan jugan khusus untuk
melakukan olah raga menyelam. Mereka ingin menikmati keindahan aneka ragam taman
laut, karang dan ikan hias. Jika ingin menyelam dipulau kecil mungil ini, bisa
diprogramkan ketika sudah tiba di Gili. Bagi anda yang sudah mahir menyelam,
anda bisa langsung menyewa peralatan dari salah satu perusahaan penyewaan.
Tarifnya murah hanya USD 30 – 35 atau sekitar 280 ribu rupiah. Sedangkan bagi
penyelam pemula anda bisa kursus kilat selama empat hari saja. Salah satu
perusahaannya adalah BLUE MARLIN. Di bandingkan dengan Gili Air atau Gili Meno,
Gili Trawanganlah yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan dibandingkan
Senggigi sekalipun . Gili Trawangan pada bulan bulan tertentu ramai di kunjungi
seperti pada Bulan JUNI, AGUSTUS sampai SEPTEMBER biasanya hotel penuh dengan
wisatawan dari MANCANEGARA.
Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tiga Gili ini setiap tahunnya terus
meningkat. Tahun 2006 lalu mencapai angka 36.028 wisatawan, teridiri dari 25.044
wisman dan 2.634 wisnu. Sedangkan Gili Meno di kunjungi oleh 1.926 wisatawan,
terdiri dari 1.899 wisman dan 27 wisnu. Untuk Gili Air di kunjungi oleh 6.424
wisatawan, terdiri dari 6.289 wisman dan 135 wisnu. Sisi lain yang tak kalah
menariknya adalah,
bila anda ingin melihat ikan hiu. Anda bisa melihatnya di kawasan Utara Gili
Trawangan. Anda bisa melihat ikan hiu yang tidak membahayakan. Rumah ikan hiu
ini bisa dilihat pada kedalaman 80 kaki. Di sinilah, biasanya di huni oleh
sekitar 8 ekor ikan hiu yang sedang tidur. Di sebelkah timur Gili Trawangan,
terdapat taman bunga karang. Kawasan ini adalah taman bunga karang yang dipenuhi
berbagai jenis biota karang. Bentuknya ada seperti corong atau bentuk lainnya.
Meskipun daratan gili atau pulau ini sekitar 350Ha. Namun menyimpan panorama
alam laut yang indah mempesona. Ada hidup karang biru dan aneka warna ikan hias
yang menawan hati. Karang jenis ini menurut ahli kelautan, hanya ada di dua
tempat, di laut Karibia (AS) dan di Lombok Barat. Yaitu di laut sekitar gili
Trawangan tadi. Asset inilah merupakan pemikat bagi wisatawan, sehingga mereka
tak bosan bosan menyelam berjam jam lamanya. Pemandangan elok itu sungguh
menakjubkan,m sehingga tidak sedikit wisatawan yang mengekspresikannya bagai
sepotong sorga ditimur Bali.
Karang karang di sebagian tiga gili ini, memang tidak terlalu dalam. Sayangnya,
karang karang disana, sekarang sudah banyak yang di rusak akibat bom ikan
nelayan. Selain bunga karang, di kawasan ini banyak di temui ikan hias yang
beraneka ragam. Jenisnya bermacam macamsesuai dengan musim. Salah satunya adalah
ikan napoleon. Ikan jenis ini bisa di jumpai pada bulan mei, juni dan disenangi
wisatawan jepang. Selain itu, ada juga ikan kerapu, kura kura, manta (pari), dan
banyak lagi ikan jenis lainnyayang di temui di kawasan ini. Di ketiga pulau
mungil ini, tersedia fasilitas telepon, telepon selular serta internet. Semuanya
di kelola dan di rintis rakyat setempat dengan pola tradisional. Sehingga objek
dan asset mahal tidak di obral murah.
Pada
moment lain, bila anda berhasrat untuk keliling di sepanjang
pinggir pantai Gili Trawangan, anda bisa menumpang angkutan
tradisional cidomo (delman) atau menyewa sepeda kayuh.
Jangan coba coba cari ojek atau mobil, bakalan tidak akan
anda temukan. Sebab alat transportasi mesin jenis ini sudah
di larang, sudah masuk dalam awiq awiq (aturan) yang juga
dikelola rakyat. Alasannya, untuk menumbuhkembangkan
lingkungan bersih dari polusi, akibat dari mesin kendaraan.
Alasan lainnya, dengan menggunakan cidomo, anda bisa dengan
leluasa melihat pemandangan alam, melihat kebun kebun kelapa
milik penduduk,atau sapi sapi yang tengah makan rumput.
Situasi seperti inilah yang membuat wisatawan betah berada
di sisni. Karena jauh dari kebisingan kota.
Selain itu, bila anda ingin bermalam di salah satu gili,
anda tak perlu khawatir. Karena di sini talah tersedia
fasilitas penginapan. Tarifnya berpariasi, mulai dari 2,5
Juta - 100 ribu per malam. Yang jelas, kehadiran anda
mengunjungi “triple gili” akan memenuhi maksud dan tujuan
anda. Menyaksikan pesona bawah laut yang fantasti. |